Mengenai Judi Poker Online Deposit Pulsa

Jika orang lain bisa meraih banyak kemenangan uang dari permainan poker online, kenapa kalian tidak bisa dan kami akan membahas sedikit mengenai taruhan judi poker online deposit pulsa ini agar Anda bisa mendapatkan kemenangan. Sehingga anda tentu saja lebih leluasa untuk bisa menghasilkan keuntungan dengan komisi tambahan untuk mengajak teman atau orang lain untuk dapat bermain pada situs judi pulsa terpercaya. Sehingga kalian tidak ditipu dengan situs atau joke bandar judi kalian. Hasil kerja sama yang sudah di lakukan oleh para pencari reference dengan pihak situs akan di berikan sebuah reward jerih payah yang sudah di lakukan oleh para pencari yang melakukan sistem kerja sama dalam mencari member atau anggota untuk dapat bergabung serta bermain poker online. Sebab, setiap kerja sama yang di lakukan oleh para pencari reference tetap akan di bayar sesuai penghasilan reward yang sudah di situs oleh pihak situs tersebut.

Agen Referral yang merupakan sebuah hasil dari kerja sama pihak pencari dengan pihak situs judi online terpercaya yang sudah di rencanakan. Kemudian keuntungan yang anda peroleh akan terjamin di bayar sesuai perolehan komisi persen reward sebagai pencari reference pada situs tersebut. Anda hanya menentukan situs dominoqq online terpercaya yang akan anda daftarkan sebagai agen reference dengan kerja sama yang baik.

Permainan ini sedikit hampir sama denga permainan judi DominoQQ yang mengadu semua kartu remi pemain di meja taruhan yang sedang berlangsung. Anda juga dapat memprediksi atau memperkirakan bahwa kartu yang sedang berada di tangan dan tiga kartu pertama keluar di atas meja jika Anda memastikan jika kartu yang dikeluarkan dalam permainan poker online ini adalah kartu yang sangat baik dan dapat memberikan Anda semua hasil kemenangan dalam permainan taruhan poker pulsa uang asli ini. Ini sebuah pelajaran sangat berharga buat saya yang dimana, atas terdapatnya kelalaian saya sendiri, saya tentunya masih dapat di tolong oleh pihak situs mpo888.

Masing-masing dari kartu poker tersebut terdiri atas 13 kartu mulai dari kartu resmi AS hingga kartu King. Cara Mudah Bermain Poker Mpo888 Untung Banyak – Situs judi domino adalah permainan kartu remi yang hampir sama dengan game poker namun memiliki bentuk signifikan dari segi fisik yang berbeda dengan judi poker. Cara terbaik untuk Anda semua mulai bermain dengan situs judi poker terbaik mpo888 adalah mendaftar poker di akun Anda. Dengan minimal deposit Rp 10.000. dan withdraw hanya sebesar Rp 50.000 saja. Di situs mpo888 Anda semua bisa bermain taruhan game judi online seperti game slot, live casino online, judi bola sportsbook, tembak ikan uang asli, judi togel, sabung ayam dan lain-lain.

Permainan tersebut bisa Anda mainkan semua dengan 1 ID saja dan dengan minim deposit cukup 10 ribu dan deposit pulsa 20 ribu saja. Dengan anda bergabung dengan mpo888, pastinya anda akan bisa menikmati segala jenis permainan Poker Online, Domino QQ, BandarQ, AduQ, Capsa Susun, Bandar Poker serta Sakong Online yang sudah tersedia dalam meja celebrity sehingga anda merasakan segala jenis permainan ini dengan sama sekali tanpa adanya keraguan dalam memainkannya.

Karena tentunya sangat jarang sekali para penjudi akan bisa mendapatkan kartu qiu tersebut dengan terus menerus. Berikut ini akan kami jelaskan secara rinci bagaimana trik ampuh menjadi mendapatkan untung pada situs domino online? Apabila situs tersebut terpercaya dan terjamin 100% aman tidak akan terjadi kerugian pada diri anda dan anggota yang akan bermain. Setoran least juga bervariasi antara 10.000 dan 100.000. Tetapi Anda tidak perlu merasa khawatir tentang mengenai bertaruh pada situs judi poker online terbaik mpo888 ini karena telah terbukti bahwa web tersebut resmi , terbesar dan selalu membayar untuk memenangkan setiap anggota tanpa potongan sedikitpun.

Maka oleh sebab itu para penikmat judi poker ini sudah tidak perlu ragu khawatir lagi. Bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika judi online memang menggunakan uang asli saat bermain. MPO888 yang merupakan situs resmi penyedia permainan poker online uang asli rupiah terbesar dan terpercaya di Indonesia. Untuk bisa menyingkat waktu kita maka langsung saja Anda untuk menuju pembahasan cara mendaftar untuk bisa menjadi member referensi sebuah situs judi online yang sudah terpopuler serta resmi di negara Asia terutama Indonesia. Menemukan waktu yang pas untuk Anda bisa memulai permainan poker mungkin merupakan salah satu aspek yang sangat sering diabaikan oleh para penjudi dan contoh tersebut adalah salah satu kesalahan terbesar yang sangatkritis! Jika anggota yang anda daftarkan semakin lama makin meningkat, tentu saja reward yang akan anda peroleh tidak tanggung-tanggung diberikan oleh pihak situs.

Para pencari pundi-pundi uang itu nantinya akan melakukan kerja sama dengan mendatangkan member / anggota untuk dapat bergabung serta bermain pada situs judi pilihannya. Dengan sistem enkripsi, maka information dari para pemain akan terjamin kerahasiaan dan keamanannya. Contohnya Anda mendeposit Rp 500.000,- dan menang Rp 250.000,- maka Anda bisa menarik 250 ribu atau tarik modular Anda yakni 500 ribu dalam permainan. Lewat sound game, tunanetra dapat memainkan game-game kartu seperti Poker, Blackjack, atau domino. Konsep game poker, domino, sampai ceme online pastinya berbeda, oleh sebab itu ada beberapa cara mudah ketika Anda hanya memiliki store kecil saja untuk bermain judi poker88 online.

Baca Juga : Memilih Situs Perjudian Poker Online Terbaik

Memilih Situs Perjudian Poker Online Terbaik

Memilih Situs Perjudian Poker Online Terbaik

Saya telah berpartisipasi dalam perjudian situs poker online sejak awal. Ini dimulai tepat pada saat Internet menjadi perlengkapan rumah tangga. Seperti semua penjudi, saya memiliki beberapa sesi hebat yang akan saya ingat untuk waktu yang lama. Anda tahu apa yang saya maksud, dealer sedang menerobos kiri dan kanan, saya menggambar lima kartu 21, dan tumpukan chip di depan saya semakin besar.

Tetapi saya juga mengalami sesi yang mengerikan di mana yang terjadi sebaliknya dan tidak ada yang berjalan sesuai keinginan saya. Itu semua adalah bagian dari permainan. Ini adalah perjalanan roller coaster yang sebaiknya Anda siapkan secara mental. Kunci sukses jangka panjang dalam perjudian situs poker online adalah mencoba memuluskan puncak dan lembah untuk mendapatkan konsistensi.

Terkadang sistem taruhan benar-benar dapat membantu. Sekarang banyak yang tahu apa yang mungkin dikatakan semua penjudi yang menurutnya sistem untuk amatir. Tetapi Anda akan melakukan kerugian besar dengan terlibat dalam perjudian situs poker online tanpa masuk dengan semacam rencana permainan terlebih dahulu.

Anda tahu, perjudian situs poker online berbeda dari perusahaan permainan tradisional dalam hal yang sangat penting, seringkali mereka menawarkan peluang yang lebih baik atau memberi Anda insentif finansial hanya untuk menarik Anda sebagai pemain.

Sebagai penjudi, Anda tahu bahwa bahkan variasi peluang sekecil apa pun akan memengaruhi strategi bermain dasar untuk permainan seperti blackjack dan Jacks atau video poker yang lebih baik.

Karena begitu banyak dari situs perjudian ini menawarkan insentif, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk tampil. Mempertimbangkan faktor-faktor ini berarti bahwa untuk perjudian situs poker online, Anda dapat membuang semua yang Anda pikir Anda ketahui tentang blackjack, slot, roulette, poker, dan dadu keluar jendela dan menyesuaikan rencana permainan yang sama sekali berbeda.

Untuk mengembangkan strategi taruhan yang sehat, Anda perlu berkonsultasi dengan materi referensi yang kredibel. Anda dapat menemukan buku-buku bagus dan di Internet yang akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Kabar baiknya adalah ada cukup banyak ahli matematika dan komputer yang tertarik dengan blackjack dan permainan lain sehingga kami tidak akan kehabisan panduan strategi yang disesuaikan untuk perjudian situs poker online.

Dia memastikan untuk memastikan sistem apa pun yang Anda lihat yang mereka buat, atau pencipta sistem itu, itu adalah penjudi yang berpengalaman dan telah menunjukkan sistem itu dapat dipercaya.

Apa yang saya temukan adalah bahwa banyak dari orang-orang ini menghasilkan uang dari menjual sistem mereka daripada menggunakan saran mereka sendiri untuk menang di perjudian situs poker online.

Itu akan memberi Anda gambaran tentang betapa “berharganya” sistem mereka sebenarnya! Beberapa orang menghasilkan semua uang dengan menulis tentang hal-hal daripada benar-benar melakukannya. Ini adalah tipe orang yang ingin Anda hindari.

Tetapi jika Anda menggali dan melakukan beberapa pemeriksaan, Anda akan menemukan bahwa ada beberapa panduan strategi pilihan di luar sana yang cukup efektif dalam membantu orang mendapatkan penghasilan yang cukup stabil dari perjudian situs poker online. Tempat yang bagus untuk mencari nasihat dan sumber daya adalah forum Internet tempat para penjudi berkumpul.

Biasanya, setidaknya satu anggota forum telah menguji panduan strategi tertentu dan akan dengan senang hati memberi Anda tinjauan sistem yang jujur. Setelah Anda menemukan pemenang, Anda pasti akan jauh lebih baik tentang peluang Anda untuk sukses dalam perjudian situs poker online.

Memilih situs poker online tidak boleh dilakukan dengan mudah. Meskipun ada banyak situs poker online bereputasi baik di luar sana, Internet memiliki bagian dari para penjahat. Saya akan membahas serangkaian item yang harus dicari ketika memilih situs poker online.

Usia situs poker online

Hal pertama yang saya cari di situs poker online adalah usia. Meskipun lebih tua tidak sama dengan lebih baik, itu pertanda baik. Untuk satu hal, situs poker online yang lebih tua pasti akan mengobrol di luar sana.

Jika situs poker online berusia kurang dari satu tahun, saya tidak akan bermain di sana. Ini mungkin situs poker online yang hebat, tetapi saya akan menunggu umpan balik dan usia terlebih dahulu. Beberapa situs poker online paling terkemuka berusia antara 4-13 tahun.

Pembayaran

Masalah lain dengan saya adalah kecepatan pembayaran. Tentu, situs poker online mungkin secepat kilat dalam mengambil uang saya, tetapi seberapa cepat mereka dapat memasukkannya kembali ke saku saya? Selama bertahun-tahun ini telah menjadi area masalah utama bagi banyak situs poker online.

Ada baiknya untuk memeriksa dulu. Jika situs poker online sengaja lambat, itu bisa menjadi tanda potensi masalah. Di zaman sekarang ini, Anda harus bisa mendapatkan proses penarikan Anda dan di akun Anda (kecuali mereka mengirim melalui surat pos) dalam waktu 48 jam-mungkin 72 puncak. Lebih dari itu hanyalah amatir dan ketinggalan zaman.

Perizinan dan Informasi

Apakah situs poker online berlisensi? Jika ya, dengan siapa? Periksa alamat dan nomor telepon situs poker online. Anda seharusnya dapat menemukannya dengan mudah. Jika tidak, ada masalah.

Hubungi situs poker online. Seseorang harus menjawab dengan cepat (tiga dering atau kurang). Jika tidak, itu bisa menjadi tanda dukungan pelanggan yang lemah – hal yang biasa terjadi di banyak situs poker online.

Apakah mereka punya alamat jalan? Pastikan alamat mereka bukan kotak surat di tengah padang rumput di suatu tempat.

Baca juga : Studi Manfaat dari Bermain Judi Slot Online

Studi Manfaat dari Bermain Judi Slot Online

Studi Manfaat dari Bermain Judi Slot Online

Sebagian besar pemain slot bermain slot karena dua alasan: ini sangat menyenangkan, dan tidak ada yang mengalahkan perasaan memenangkan banyak uang. Tapi tahukah Anda bahwa ada lebih dari sekadar bermain? Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang bermain slot mengalami lebih banyak manfaat daripada yang disadari kebanyakan pemain slot.

Manfaat yang dialami pemain slot dari bermain hampir tidak ada habisnya dan mencakup manfaat mental, psikologis, sosial, dan moneter. Semakin banyak peneliti yang tertarik untuk menyelidiki efek bermain secara teratur terhadap pemain slot.

Peneliti telah membuktikan bahwa bermain slot membuat pikiran pemain slot lebih muda lebih lama! Untuk bermain mereka membutuhkan keterampilan visual, untuk memindai kartu mereka dan menandai nomor mereka secepat mungkin, serta koordinasi tangan-mata yang cepat. Peneliti sebelumnya mengira bahwa keterampilan yang disebutkan di atas menurun seiring bertambahnya usia.

Ini tidak selalu benar. Keterampilan yang berhubungan dengan usia ini menurun sebagian karena kurangnya penggunaan. Dengan bermain secara teratur, pemain memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kewaspadaan mental.

Hasil lain membuktikan bahwa pemain slot mendapat skor lebih tinggi dan lebih cepat serta lebih akurat dalam tes dibandingkan orang yang tidak bermain. Pemain slot yang lebih tua memiliki kemampuan mental yang persis sama daripada pemain slot yang lebih muda, dan kedua kelompok mencapai tingkat kinerja yang sama. Satu-satunya perbedaan antara kedua kelompok usia adalah bahwa peserta yang lebih muda lebih cepat, dan peserta yang lebih tua lebih akurat.

Kabar baiknya, pemain slot yang lebih tua tidak perlu banyak berolahraga jika mereka bermain slot. Peneliti lain telah membuktikan bahwa bermain secara teratur membuat pikiran pemain tetap rapi dan semakin tua mereka, semakin gesit pikiran mereka.

Beberapa hasil lain mengungkapkan bahwa aktivitas sosial, seperti pergi ke kasino judi slot atau situs slot online untuk bermain, sama baiknya untuk kesehatan pemain seperti halnya latihan fisik.

Studi tentang manfaat psikologis dari bermain slot secara teratur dapat meningkatkan status sosial, rasa berharga, interaksi sosial serta produktivitas pemain slot.

Penelitian tentang keadaan lansia di panti jompo membuktikan bahwa kesempatan bermain slot membantu beberapa pemain slot untuk melepaskan diri dari depresi, penyakit umum di panti jompo.

Pergi ke aula slot atau situs web untuk bermain juga merupakan cara yang bagus untuk bersosialisasi dan bertemu orang baru. Ada banyak cerita tentang janda atau duda dan lajang lainnya yang bertemu belahan jiwa mereka di aula, atau bahkan di ruang obrolan slot online!

Ini juga merupakan cara yang bagus bagi orang yang kesepian untuk bertemu teman baru dan keluar rumah. Mereka dapat bersantai dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki minat dan minat yang sama dengan mereka.

Yang terakhir, tapi pasti salah satu alasan terbesar orang bermain, adalah menang. Pemain slot suka memenangkan uang dan berbagai hadiah. Para pemain slot mengatakan bahwa menang adalah perasaan yang menggembirakan dan mereka akan terus kembali untuk mendapatkan lebih banyak perasaan menang itu!

Karena itu, untuk memiliki umur yang panjang dan memuaskan, pemain slot harus memastikan mereka bermain slot secara teratur!

Baca Juga : Judi Bola – Dapatkan Untung Dari Taruhan Dengan Judi

Judi Bola – Dapatkan Untung Dari Taruhan Dengan Judi

Katherinemansfield.netJudi bola menjadi semakin populer selama beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyak orang yang memiliki hasrat untuk olahraga tersebut. Jadi apa yang diributkan itu? Sederhana saja, jika Anda memiliki strategi taruhan yang bagus, Anda akan mendapatkan kemenangan besar.

Judi Bola - Dapatkan Untung Dari Taruhan Dengan Judi

Jika Anda ingin mendapat untung dari judi bola, ada beberapa cara untuk melakukannya. Cara pertama dan termudah adalah dengan menggunakan taruhan. Ada banyak taruhan online, termasuk yang berbasis di Inggris. Namun, penting bagi Anda untuk membaca tentang berbagai sistem taruhan dan tip untuk memastikan Anda mendapatkan hasil maksimal dari taruhan Anda. Sistem taruhan terbaik untuk Anda tergantung pada gaya taruhan Anda, dan juga pengetahuan Anda tentang permainan.

Banyak orang berpikir bahwa bertaruh sendiri adalah satu-satunya cara untuk pergi. Ini adalah mitos, dan banyak penjudi melakukan pembunuhan dengan strategi judi bola online mereka sendiri. Tidak sulit sama sekali! Lebih penting lagi untuk memahami cara menggunakan sistem taruhan untuk meningkatkan peluang Anda untuk menang.

Setelah Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang strategi taruhan sepak bola, Anda kemudian dapat melihat berbagai sistem taruhan yang tersedia online dan menemukan yang sesuai dengan Anda dan gaya taruhan Anda. Misalnya, beberapa sistem dirancang untuk penjudi pemula dan dapat membantu meningkatkan keuntungan Anda, sementara yang lain dirancang untuk penjudi profesional.

Anda perlu meluangkan waktu untuk meneliti sistem taruhan sepak bola Anda sebelum Anda membelinya, karena tidak semua buku dibuat sama. Jangan tergoda oleh situs tanpa ulasan, atau situs yang tidak terlalu transparan. Secara khusus, penting untuk mencari testimoni mantan pelanggan.

Anda juga perlu mencari tahu cara kerja berbagai sistem taruhan, sehingga Anda tahu cara menerapkannya sendiri. Sistem taruhan yang baik akan memberi Anda gambaran tentang cara menganalisis permainan dan menentukan tim mana yang memiliki peluang terbaik untuk menang.

Jika Anda menemukan sistem taruhan yang sangat Anda sukai, maka Anda harus mempelajarinya secara menyeluruh dan memastikan Anda dapat mengikutinya secara konsisten. Anda mungkin diminta untuk membuat perubahan kecil di sana-sini, tetapi ada baiknya melihat apa yang dapat dilakukannya untuk Anda.

Jika Anda mengikuti strategi taruhan sepak bola yang terbukti, maka Anda akan menemukan bahwa Anda meningkatkan peluang Anda untuk menghasilkan keuntungan. Sistem taruhan yang baik dapat menghasilkan uang dari kenyamanan rumah Anda sendiri.

Salah satu metode paling populer untuk menghasilkan uang dari perjudian sepak bola adalah dengan menggunakan peluang taruhan. Kebanyakan orang akan memilih taruhan dan bertaruh dalam upaya untuk memenangkan uang.

Namun, banyak buku menggunakan peluang taruhan karena telah terbukti akurat, dan juga memberi Anda kesempatan untuk menang bahkan ketika Anda masih pemula. Taruhan akan memberi Anda peluang berdasarkan kinerja masa lalu dan bentuk terkini, tetapi Anda tidak harus memiliki pengetahuan latar belakang tentang perjudian sepak bola untuk mendapatkan untung. Faktanya, ini adalah salah satu cara paling umum untuk memulai. Jika Anda merasa memiliki bakat dalam permainan ini, dan suka bertaruh, maka ini adalah salah satu cara terbaik untuk memulai.

Setelah Anda memenangkan beberapa taruhan, Anda kemudian dapat pindah ke area pasar taruhan yang lebih menantang, seperti situs web taruhan sepak bola, dan bertaruh pada pertandingan sepak bola. Ketika Anda pertama kali memulai, Anda perlu menyisihkan sedikit uang untuk membuat kaki Anda basah, tetapi jika Anda tetap melakukannya, Anda bisa menghasilkan banyak uang.

Peluang taruhan adalah cara yang bagus untuk mencari tahu tentang seberapa baik kinerja bandar taruhan, serta menggunakannya untuk menghasilkan uang demi keuntungan Anda. Penting untuk diingat bahwa mereka akan memberi Anda peluang, bukan kemenangan. Anda mungkin masih akan kalah, tetapi ini akan memberi Anda gambaran tentang posisi taruhan Anda terhadap pemain lain.

Sebaiknya Anda juga membaca statistik tim dan pemain favorit Anda, sehingga Anda tahu pemain seperti apa yang ingin Anda pertaruhkan. Jika Anda bertaruh pada pertandingan besar, maka Anda dapat menggunakan informasi itu untuk bertaruh pada pemain yang berbeda dan mencari tahu bagaimana mereka akan tampil dalam pertandingan tersebut dan apa efek pertandingan tersebut terhadap strategi taruhan sepak bola Anda secara keseluruhan.

BACA JUGA: Judi Online – Cara Mudah Menghasilkan Uang

Judi Online – Cara Mudah Menghasilkan Uang

Katherinemansfield.netJudi online telah ada sejak awal 1990-an tetapi baru pada pertengahan 1990-an industri game online meledak. Sejak itu, jumlah orang yang bermain game online telah meningkat secara eksponensial, sebagian berkat kemajuan teknologi baru. Saat ini, jutaan orang bermain game online setiap hari dari seluruh dunia.

Judi Online - Cara Mudah Menghasilkan Uang

Istilah ‘game online’ berarti banyak hal yang berbeda, namun semuanya melibatkan beberapa bentuk koneksi Internet atau komputer. Perjudian online adalah semua jenis perjudian yang dijalankan di Internet. Ini termasuk permainan kasino, taruhan olahraga, dan poker virtual. Situs perjudian internet pertama dibuka untuk umum, adalah tiket online untuk Turnamen Poker Internasional Liechtenstein pertama pada bulan Oktober 1994.

Ini menjadi situs taruhan olahraga yang sangat populer bagi orang-orang untuk bermain dan popularitasnya meningkat. Segera, banyak orang lain yang tidak tertarik pada perjudian ingin masuk ke taruhan olahraga online, dan begitu pula jutaan orang lain yang bosan dengan antrean besar di sportsbook lokal mereka. Jadi mengapa seseorang ingin bermain judi online? Jika Anda ingin bersenang-senang dan memenangkan sedikit uang, bermain judi online adalah cara yang bagus untuk melakukan keduanya. Kebanyakan orang sebenarnya lebih cenderung menang di web daripada di kasino darat, hanya karena ada begitu banyak orang yang bermain.

Dalam masyarakat saat ini, Internet telah membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman daripada sebelumnya. Baik itu pergi ke sekolah, berbelanja, menggunakan telepon atau melakukan segalanya mulai dari membeli secangkir kopi hingga mengobrol dengan teman-teman Anda secara online, kami dapat melakukannya langsung dari komputer kami. Kita semua hidup dalam masyarakat “melakukan segalanya” dan bermain online adalah contoh sempurna dari itu.

Ketika berbicara tentang bermain kasino virtual, penting untuk memilih situs yang memiliki reputasi baik. Ada banyak penipuan di luar sana di web, terutama saat orang mencoba menghasilkan uang dengan cepat.

Untuk amannya, jangan pernah memberikan uang nyata Anda secara online kecuali Anda benar-benar harus melakukannya. Anda juga harus memastikan untuk memeriksa situs tersebut untuk penipuan. Beberapa situs mengklaim memungkinkan Anda memenangkan uang nyata tetapi benar-benar mengambil informasi kartu kredit Anda dan tidak pernah mengirimkannya.

Untuk memastikan bahwa suatu situs sah, kunjungi Better Business Bureau untuk mencari tahu apakah ada keluhan terhadap mereka. Jika ada, Anda mungkin ingin menghubungi BBB atau Better Business Bureau untuk mengajukan keluhan. Ini akan mengingatkan pemain lain tentang situs tersebut.

Anda mungkin ingin mencoba melakukan deposit juga. Ini akan memungkinkan Anda memenangkan uang. Anda juga akan dapat menyimpan uang yang Anda menangkan dan kemudian menggunakan uang itu untuk game online Anda. Ingatlah untuk tidak melakukan setoran besar. Itu akan membuang-buang waktu dan uang jika Anda kehilangan uang itu.

Ada banyak cara berbeda untuk memenangkan uang secara online. Anda bisa mendapatkan jackpot besar, yang biasanya bernilai beberapa ribu dolar, atau Anda bisa melihat seberapa banyak Anda bisa menang dari waktu ke waktu. Anda juga bisa bertaruh dengan uang sungguhan atau bertaruh dengan uang sungguhan.

Jadi, bagaimana Anda mulai bertaruh uang secara online? Nah, mungkin sulit untuk mengetahui situs mana yang sah dan mana yang hanya menipu Anda. Misalnya, sebagian besar situs tidak memberikan pengembalian dana. jadi Anda perlu memastikan bahwa Anda berbisnis dengan situs yang sah.

Anda juga akan menemukan banyak opsi gratis. Pastikan Anda melakukan pekerjaan rumah dan penelitian sebelum memulai.

Judi online itu menyenangkan dan mudah. Ingatlah bahwa ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menghasilkan keuntungan.

BACA JUGA: Judi Slot Mudah

Judi Slot Mudah

Katherinemansfield.net – Jika Anda seorang pemula di dunia kasino, pertama-tama, penting untuk membiasakan diri dengan dasar-dasar dasar permainan slot. Jadi, pada artikel ini, saya akan memberikan tips judi slot teratas saya yang saya pribadi gunakan.

Judi Slot Mudah

Perjudian slot bekerja seperti mesin slot online – dengan kata lain, penjudi harus memasang taruhan pada setiap baris pembayaran aktif permainan dan kemudian memutar mesin slot tertentu untuk melihat apakah ada kombinasi pemenang yang dibuat pada garis pembayaran tertentu. . Ini berarti banyak orang menjadi bingung tentang pilihan yang berbeda ketika datang ke judi di mesin slot, terutama untuk pemula.

Saat Anda memainkan permainan dadu atau poker, Anda memiliki akses ke jalur pembayaran kasino. Ini berarti Anda dapat memilih kasino tertentu untuk dimainkan dan dimainkan sesuai dengan struktur pembayaran mereka. Banyak pemain bingung tentang perbedaan antara slot dan garis pembayaran; Namun, keduanya bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu sama.

Ada banyak permainan slot kasino di luar sana untuk dipilih, dan permainan slot kasino paling populer cenderung menjadi slot dan slot progresif. Anda juga akan menemukan slot di ruang poker online, tetapi biasanya tidak sepopuler itu.

Slot mudah dipelajari dan banyak pemain dapat memenangkan banyak uang hanya dengan satu putaran. Namun, disarankan untuk tetap berpegang pada permainan slot dasar – saya sarankan untuk menghindari permainan multi-baris, karena Anda mungkin akan membayar terlalu banyak untuk putaran. Semakin banyak Anda bermain, semakin banyak Anda belajar dan semakin Anda terbiasa dengan berbagai opsi yang tersedia. Jadi, ketika Anda telah memainkan slot cukup sering, pindahlah ke permainan slot di mesin slot progresif untuk membantu Anda terbiasa dengan permainan slot.

Bagi mereka yang sudah tahu cara berjudi di kasino tradisional, mesin slot progresif sangat ideal. Ada beberapa jenis permainan slot progresif yang tersedia di banyak kasino saat ini, dan semuanya melibatkan putaran pada gulungan virtual.

Gulungan ini bisa berupa gulungan blackjack atau gulungan roulette. Setiap jenis membutuhkan pemain untuk mengambil posisi dan menempatkan jumlah tertentu pada gulungan virtual, atau dia harus menunggu putaran berubah dan mereka menghilang lagi. Kemudian, Anda dapat memasang taruhan pada nomor tertentu, dan, atau Anda dapat terus bertaruh hingga memenangkan jackpot.

Seringkali, permainan slot progresif jauh lebih mudah untuk dikuasai daripada permainan blackjack, tetapi masih ada beberapa faktor yang perlu Anda ingat sebelum memulai permainan judi slot progresif. Penting untuk tidak terjun ke permainan terlalu cepat dan berhati-hati dengan taruhan Anda.

Penting juga untuk mengetahui cara memaksimalkan keuntungan dari judi slot online. Karena jenis perjudian ini didasarkan pada gulungan virtual, pemain perlu membuat pilihan cerdas untuk menghasilkan banyak uang. Karena tidak ada orang sungguhan di balik gulungan ini, Anda tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu mencoba mencari tahu nomor mana yang harus diputar untuk meningkatkan peluang Anda untuk menang.

Pertama, cobalah untuk membangun tabel skor tinggi terlebih dahulu sebelum menginvestasikan waktu Anda untuk menang. Ini akan memberi Anda keunggulan dibandingkan pemain lain, terutama jika Anda belum pernah mencobanya sebelumnya. dan cukup baru dalam perjudian slot di kasino online.

Tip penting lainnya adalah menjauh dari jackpot besar. Ini disebut slot jackpot karena memberi Anda keuntungan tertinggi untuk setiap putaran yang Anda buat. bermain, dan banyak dari mereka mengharuskan Anda untuk melakukan banyak putaran untuk mendapatkan hadiah apa pun. Jadi, pastikan Anda tidak menghabiskan banyak waktu untuk ini. Jika Anda tidak memiliki pengalaman, Anda mungkin akan putus asa saat menyadari bahwa Anda membutuhkan begitu banyak usaha untuk memenangkan beberapa dolar saja.

Terakhir, jangan berpikir bahwa bermain di kasino online itu aman. Alasan mengapa slot online aman adalah karena tidak ada kehadiran fisik. Anda tidak akan menghadapi kekerasan fisik atau bentuk penipuan apa pun di kasino online ini. Namun, sebaiknya jangan hanya mengandalkan keberuntungan – Anda masih bisa kalah dalam judi slot online, jadi pastikan Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik dan Anda memiliki cukup dana dan uang yang disimpan jika terjadi kerugian.

BACA JUGA: Mary Middleton Murry

Ida’s Story

As with John Murry, Ida Baker’s life was irrevocably altered by her relationship with Katherine Mansfield. Ida had a severe nervous breakdown after Katherine’s death and said afterwards that she had never completely recovered. She also believed, like Murry, that she had a special connection with Katherine beyond the grave.

There has always been considerable speculation about the nature of Katherine and Ida’s relationship. But friends testify to Ida’s complete sexual innocence, and Katherine’s diaries and letters reveal that, although she relied on Ida’s support with various physical tasks like shopping and household duties, she felt considerable physical revulsion for her. Ida’s feelings for Katherine were of a different order. Friends suggest that Ida had in some way become totally fixated on Katherine early in their lives while they were still at school. When they met in 1903 Ida was vulnerable, having just lost her mother and made Katherine the total focus of her emotional life. This position never altered.

After Katherine’s death Ida looked after Murry because she believed that that was what Katherine would have wanted. Murry however, although needing to be looked after, did not want to live with Ida. So the relationship broke down and Ida made a dignified exit. She kept many of Katherine’s belongings, and all the letters that she and Katherine had exchanged after 1915.

By 1971, almost everyone who had known the Murrys had published their version of Katherine’s character and her relationship with her husband. Even Mary Middleton Murry wrote a memoir of her life with John Murry and his invisible other, called To Keep Faith, which she published in 1959. Antony Alpers had published the first full and supposedly objective biography in 1953, relying heavily on conversations with Katherine’s family (who were concerned to reveal as little as possible of her scandalous youthful exploits) and on the memories of John Murry. Alpers also visited Ida Baker, but made it clear that he did not put much reliance on her recollections or opinions, and his biography when it was published relied on Murry’s view and put Ida’s part in Katherine’s life in a rather poor light. It was at this point that Ida Baker was persuaded to tell her own story, to provide another perspective on Katherine and her life with John Murry by someone who had witnessed events at close quarters. Critics remarked that there was ‘the whiff of gunpowder’ about Ida’s memoir. Alpers’ betrayal figures large in its pages. ‘In 1947, [he] came from New Zealand to write a biography of Katherine. . . A friend . . told me he found him sincere and honest and thought I should help him as much as possible with his book. For four years I did all I could to interpret and explain Katherine’s life for him, and to tell him of those parts of which I alone had knowledge. I found later that he had not always accepted my interpretations, not trusting my knowledge and judgement and thinking among other things that I had been enslaved by Katherine and had suffered from that cruel sickness, jealousy.’

The memoir was particularly revealing of the author’s personality. The Mansfield scholar Margaret Scott stayed with Ida for several weeks around the time of its publication and could see quite clearly why, despite Katherine’s reliance on her, Katherine had found her so irritating. ‘I recognised [her] big helpless hands, her inconsequential observations, her lack of intellectual stringency. . . I could understand absolutely how desperately trapped one would feel if, because of ill-health, one could not escape.’

The big drawback of Ida’s memoir was that lack of intellectual stringency. She wrote from a memory which, at eighty three, was not entirely to be relied on for detail. Although frequently the sole observer of particularly important events in Katherine’s life (her early pregnancy, her mistaken marriage), Ida had for the sake of her friendship, often refused to ask questions and turned a blind eye to what was actually happening. At Katherine’s request, she had burned all the letters and diaries from this difficult period in both their lives. And when she recalled events later, Ida, totally innocent in worldly terms, often drew the wrong inferences. But she is not always wrong and even when small details and exact dates have gone awry there is a strong emotional and spiritual truth about her recollections.

Her assessment of Murry’s character seems to be particularly acute. ‘The guiding necessity of Murry’s life at the time seemed to be to find firm ground on which to stand. He needed the absorbed devotion of a patient, loving soul to stand by and help him resolve the tangled problems of his undeveloped personality, which struggled with a far more mature intellectual self.’ He relied on the women in his life to give him this ‘firm ground’, and when they needed things from him was totally unable to give them anything. Ida condemned his lack of generosity – not only on the emotional plane but in every other aspect of his life. Their last meeting was acrimonious. ‘By then he was printing everything of Katherine’s that he could get hold of, including all her private, personal papers, I was angry and told him it was very wrong.’ They never spoke to each other again, but Ida did invite his fourth wife, Mary and her companion Val to the publisher’s dinner to celebrate the publication of the memoir of her life with Mansfield. (A strange and bizarre event!)

The consequences of publication for Ida were tragic. In writing about Katherine she found that the comforting presence of her dead friend which had sustained her for so many years had vanished. ‘My treasured personal secret is gone – people talk and talk – till even I feel K.M. has gone too and just become “a writer Katherine Mansfield” . . . I do feel resentful perhaps at having made my secret K.M. just common property.’

Ida died shortly afterwards and there is now no longer anyone alive who knew either the private or the public Katherine. ‘Ownership’ of Katherine Mansfield seems to have returned to New Zealand, where her birthplace is a museum and a large part of the Alexander Turnbull Library is devoted to her manuscripts and a collection of donated artefacts including many that had belonged to Ida.

Posted in: Uncategorized

Katherine Mansfield: A brief biography – Introduction

Katherine Mansfield stares out of her photographs with a direct gaze that challenges the observer. Courageous, contradictory, self-willed, single-minded, argumentative, elusive, in both her life and her work, she has always defied the attempts of posterity to pin down the qualities that fascinated her contemporaries. Bertrand Russell admired her brain and would have liked to seduce her; Virginia Woolf said she ‘stank like a civet cat that has taken to street walking’ but admitted that she loved her ‘I suppose in my own way’, and that Katherine was the only writer whose writing she was jealous of. Christopher Isherwood and Aldous Huxley were among a number of writers who borrowed not only her words, but also her character for their novels. D.H. Lawrence used her as the model for Gudrun in ‘Women in Love’. He and his wife lived in a ‘menage a quatre’ with Katherine and her husband which ended in such animosity that he afterwards sent her a postcard saying ‘You are a loathsome reptile; I hope you will die’. His wife Frieda also disliked Katherine but acknowledged that she ‘knew more of the truth than anyone else’.

Katherine Mansfield, 1912

Katherine, often unsure of her own identity, liked to present a sharply defined focus. She had her hair cut like a Japanese doll and when other women were still struggling with Edwardian frills and flounces, had her plain, elegantly designed clothes specially made. Katherine’s writing was similarly uncluttered. ‘Life and work are one thing indivisible,’ she wrote, and for her it was true. Katherine was a passionate woman who dared to live outside the strict code decreed for young women at the beginning of the century and who did not deserve the cruelty of what she sometimes regarded as her punishment. She lived as a free spirit, loving both men and women, risking everything and paying a tragic price for freedoms which women now take for granted. Out of a short life of great daring and considerable suffering she created stories that readers always remember and that critics throughout the twentieth century have compulsively re-visited. Above all she is a writers’ writer, haunting the post modernist consciousness with a strong presence that will not go away. Elizabeth Bowen described her as ‘our missing contemporary’.

Her influence on other writers throughout the twentieth century has been immeasurable. If it had not been for her conversations with Katherine, Virginia Woolf would probably not have written Mrs Dalloway. Carson McCullers read Katherine’s work so often as a student that the library copies of her books fell apart and had to be re-ordered. Katherine wrote constantly about the process of writing, and her letters and notebooks are among her best work. She searched for the universal through what she called the ‘Defeat of the Personal’. She was looking for a new language to express her ideas, having glimpsed the possibilities while looking at paintings by Van Gogh in the Post-Impressionist Exhibition of 1910; ‘They taught me something about writing, which was queer, a kind of freedom – or rather, a shaking free.’ Katherine’s way of looking became noticeably more painterly and she had important relationships with some of the colourists, particularly Anne Estelle Rice and J.D. Fergusson, as well as some of the younger Bloomsbury painters.

Born in New Zealand in 1888 – the daughter of a self-made colonial merchant and financier, Katherine came to England at the age of nineteen, fell in love with a young musician – Garnet Trowell – became pregnant, rashly married her singing teacher George Bowden and then abandoned him – all within seven months of her arrival. She was taken to Germany by her mother to have the baby and there met and fell in love with a Polish writer, Floryan Sobienowski, who later blackmailed her into buying back her letters. She destroyed all her diaries and letters from this period. It is possible that Katherine became pregnant again, though peritonitis (possibly from an ectopic pregnancy) resulted in her losing one of her fallopian tubes. Shaped by these early experiences and driven to lead a double life by the necessity of concealing them, Katherine became a much more complex person ‘sexually reckless and socially excitable, temperamentally damaged by illness and as malicious and chilling as she could be appealing and vulnerable’. Subsequently she lived on her own and had numerous love affairs, eventually meeting John Middleton Murry – slightly younger and considerably less experienced.

Posted in: Uncategorized

EPILOGUE III. BAINS TURCS By Katherine Mansfield

“Third storey—to the left, Madame,” said the cashier, handing me a pink ticket. “One
moment—I will ring for the elevator.” Her black satin skirt swished across the scarlet and
gold hail, and she stood among the artificial palms, her white neck and powdered face topped
with masses of gleaming orange hair—like an over-ripe fungus bursting from a thick, black
stem. She rang and rang. “A thousand pardons, Madame. It is disgraceful. A new attendant.
He leaves this week..” With her fingers on the bell she peered into the cage as though she
expected to see him, lying on the floor, like a dead bird. “It is disgraceful!” There appeared
from nowhere a tiny figure disguised in a peaked cap and dirty white cotton gloves. “Here
you are ! ” she scolded. “Where have you been ? What have you been doing?” For answer the
figure hid its face behind one of the white cotton gloves and sneezed twice. “Ugh !
Disgusting! Take Madame to the third storey!”

The midget stepped aside, bowed, entered after me and clashed the gates to. We ascended,
very slowly, to an accompaniment of sneezes and prolonged, half whistling sniffs. I asked the
top of the patent leather cap : “Have you a cold?” “It is the air, Madame,” replied the
creature, speaking through its nose with a restrained air of great relish, “one is never dry here.
Third floor—if you please,” sneezing over my ten-centime tip.

I walked along a tiled corridor decorated with advertisements for lingerie and bust
improvers—was allotted a tiny cabin and a blue print chemise and told to undress and find
the Warm Room as soon as possible. Through the matchboard walls and from the corridor
sounded cries and laughter and snatches of conversation. “Are you ready?” “Are you coming
out now?” ” ait till you see me!” “Berthe—Berthe!” “One moment! One moment!
Immediately!” I undressed quickly and carelessly, feeling like one of a troupe of little
schoolgirls let loose in a swimming bath.

The Warm Room was not large. It had terra cotta painted walls with a fringe of peacocks,
and a glass roof, through which one could see the sky, pale and unreal as a photographer’s
background screen. Some round tables strewn with shabby fashion journals, a marble basin
in the centre of the room, filled with yellow lilies, and on the long, towel enveloped chairs, a
number of ladies, apparently languid as the flowers. . . . I lay back with a cloth over my head,
and the air, smelling of jungles and circuses and damp washing made me begin to dream. . .
Yes, it might have been very fascinating to have married an explorer . . . and lived in a
jungle, as long as he didn’t shoot anything or take anything captive. I detest performing
beasts. Oh . . . those circuses at home . . . the tent in the paddock and the children swarming
over the fence to stare at the waggons and at the clown making up with his glass stuck on the
waggon wheel—and the steam organ playing the Honeysuckle and the Bee much too fast . . .
over and over. . . . I know what this air reminds me of—a game of follow my leader among
the clothes hung out to dry. . . .

The door opened. Two tall blonde women in red and white check gowns came in and took
the chairs opposite mine. One of them carried a box of mandarins wrapped in silver paper
and the other a manicure set. They were very stout, with gay, bold faces, and quantities of
exquisite whipped fair hair.

Before sitting down they glanced round the room, looked the other women up and down,
turned to each other, grimaced, whispered something, and one of them said, offering the box,
“Have a mandarin?” At that they started laughing—they lay back and shook, and each time
they caught sight of each other broke out afresh. “Ah, that was too good,” cried one, wiping
her eyes very carefully, just at the corners. “You and I, coming in here, quite serious, you
know, very correct—and looking round the room— and—and as a result of our careful
inspection—I offer you a mandarin. No, it’s too funny. I must remember that. It’s good
enough for a music hall. Have a mandarin?” “But I cannot imagine,” said the other, “why
women look so hideous in Turkish baths— like beef steaks in chemises. Is it the women—or
is it the air? Look at that one, for instance—the skinny one, reading a book and sweating at
the moustache—and those two over in the corner, discussing whether or not they ought to tell
their non-existent babies how babies come—and . . . Heavens! Look at this one coming in.
Take the box, dear. Have all the mandarins.”

The newcomer was a short stout little woman with flat, white feet and a black mackintosh
cap over her hair. She walked up and down the room, swinging her arms, in affected
unconcern, glanced contemptuously at the laughing women and rang the bell for the
attendant. It was answered immediately by “Berthe,” half naked and sprinkled with soapsuds.
“Well, what is it, Madame. I’ve no time . . .” “Please bring me a hand towel,” said the
Mackintosh Cap, in German. “Pardon ? I do not understand. Do you speak French ? ” “Non,”
said the mackintosh cap. “Ber—the!” shrieked one of the blonde women, “have a mandarin.
Oh, mon Dieu, I shall die of laughing.” The Mackintosh Cap went through a pantomime of
finding herself wet and rubbing herself dry. “Verstehen Sie.” “Mais non, Madame,” said
Berthe, watching with round eyes that snapped with laughter, and she left the Mackintosh
Cap, winked at the blonde women, came over, felt them as though they had been a pair of
prize poultry, said “You are doing very well,” and disappeared again. The Mackintosh Cap
sat down on the edge of a chair, snatched a fashion journal, smacked over the crackling pages
and pretended to read and the blonde women leaned back eating the mandarins and throwing
the peelings into the lily basin. A scent of fruit, fresh and penetrating, hung on the air. I
looked round at the other women. Yes, they were hideous, lying back, red and moist, with
dull eyes and lank hair, the only little energy they had vented in shocked prudery at the
behaviour of the two blondes. Suddenly I discovered Mackintosh Cap staring at me over the
top of her fashion journal, so intently that I took flight and went into the hot room. But in
vain ! Mackintosh Cap followed after and planted herself in front of me.

“I know,” she said, confident and confiding, “that you can speak German. I saw it in your face
just now. Wasn’t that a scandal about the attendant refusing me a towel ? I shall speak to the
management about that and I shall get my husband to write them a letter this evening. Things
always come better from a man, don’t they ? No,” she said, rubbing her yellowish arms, “I’ve
never been in such a scandalous place—and four francs fifty to pay ! Naturally, I shall not
give a tip. You wouldn’t, would you ? Not after that scandal about a hand towel. . . . I’ve a
great mind to complain about those women as well. Those two that keep on laughing and
eating. Do you know who they are?” She shook her head. “They’re not respectable
women—you can tell at a glance. At least I can, any married woman can. They’re nothing but
a couple of street women. I’ve never been so insulted in my life. Laughing at me, mind you !
The great big fat pigs like that ! And I haven’t sweated at all properly, just because of them. I
got so angry that the sweat turned in instead of out; it does in excitement, you know,
sometimes, and now instead of losing my cold, I wouldn’t be surprised if I brought on a
fever.”

I walked round the hot room in misery pursued by the Mackintosh Cap until the two blonde
women came in, and seeing her, burst into another fit of laughter. To my rage and disgust
Mackintosh Cap sidled up to me, smiled meaningly, and drew down her mouth. “I don’t
care,” she said, in her hideous German voice. “I shouldn’t lower myself by paying any
attention to a couple of street women. If my husband knew he’d never get over it. Dreadfully
particular he is. We’ve been married six years. We come from Salzburg. It’s a nice town. Four
children I have living, and it was really to get over the shock of the fifth that we came here.
The fifth,” she whispered, padding after me, ” was born, a fine healthy child, and it never
breathed ! Well, after nine months, a woman can’t help being disappointed, can she?”

I moved towards the vapour room. “Are you going in there,” she said. “I wouldn’t if I were
you. Those two have gone in. They may think you want to strike up an acquaintance with
them. You never know, women like that.” At that moment they came out, wrapping
themselves in the rough gowns, and passing Mackintosh Cap like disdainful queens. “Are you
going to take your chemise off in the vapour room?” asked she. “Don’t mind me, you know.
Woman is woman, and besides, if you’d rather, I won’t look at you. I know—I used to be like
that. I wouldn’t mind betting,” she went on savagely, “those filthy women had a good look at
each other. Pooh ! women like that. You can’t shock them. And don’t they look dreadful. Bold
and all that false hair. That manicure box one of them had was fitted up with gold. Well, I
don’t suppose it was real, but I think it was disgusting to bring it. One might at least cut one’s
nails in private, don’t you think ? I cannot see,” she said, “what men see in such women. No, a
husband and children and a home to look after, that’s what a woman needs. That’s what my
husband says. Fancy one of these hussies peeling potatoes or choosing the meat! Are you
going already?”

I flew to find Berthe and all the time I was soaped and smacked and sprayed and thrown in a
cold water tank I could not get out of my mind the ugly, wretched figure of the little German
with a good husband and four children railing against the two fresh beauties who had never
peeled potatoes nor chosen the right meat. In the anteroom I saw them once again. They were
dressed in blue. One was pinning on a bunch of violets, the other buttoning a pair of ivory
suede gloves. In their charming feathered hats and furs they stood talking. “Yes, there they
are,” said a voice at my elbow. And Mackintosh Cap, transformed, in a blue and white check
blouse and crochet collar, with the little waist and large hips of the German woman and a
terrible bird nest, which Salzburg doubtless called Reise Hut on her head. “How do you
suppose they can afford clothes like that ? The horrible, low creatures. No, they’re enough to
make a young girl think twice.” And as the two walked out of the anteroom, Mackintosh Cap
stared after them, her sallow face all mouth and eyes, like the face of a hungry child before a
forbidden table.

Posted in: Uncategorized

In A German Pension by Katherine Mansfield

GERMANS AT MEAT.

Bread soup was placed upon the table. “Ah,” said the Herr Rat, leaning
upon the table as he peered into the tureen, “that is what I need. My
‘magen’ has not been in order for several days. Bread soup, and just the
right consistency. I am a good cook myself”–he turned to me.

“How interesting,” I said, attempting to infuse just the right amount of
enthusiasm into my voice.

“Oh yes–when one is not married it is necessary. As for me, I have had
all I wanted from women without marriage.” He tucked his napkin into his
collar and blew upon his soup as he spoke. “Now at nine o’clock I make
myself an English breakfast, but not much. Four slices of bread, two eggs,
two slices of cold ham, one plate of soup, two cups of tea–that is nothing
to you.”

He asserted the fact so vehemently that I had not the courage to refute it.

All eyes were suddenly turned upon me. I felt I was bearing the burden of
the nation’s preposterous breakfast–I who drank a cup of coffee while
buttoning my blouse in the morning.

“Nothing at all,” cried Herr Hoffmann from Berlin. “Ach, when I was in
England in the morning I used to eat.”

He turned up his eyes and his moustache, wiping the soup drippings from his
coat and waistcoat.

“Do they really eat so much?” asked Fraulein Stiegelauer. “Soup and
baker’s bread and pig’s flesh, and tea and coffee and stewed fruit, and
honey and eggs, and cold fish and kidneys, and hot fish and liver? All the
ladies eat, too, especially the ladies.”

“Certainly. I myself have noticed it, when I was living in a hotel in
Leicester Square,” cried the Herr Rat. “It was a good hotel, but they
could not make tea–now–”

“Ah, that’s one thing I CAN do,” said I, laughing brightly. “I can make
very good tea. The great secret is to warm the teapot.”

“Warm the teapot,” interrupted the Herr Rat, pushing away his soup plate.
“What do you warm the teapot for? Ha! ha! that’s very good! One does not
eat the teapot, I suppose?”

He fixed his cold blue eyes upon me with an expression which suggested a
thousand premeditated invasions.

“So that is the great secret of your English tea? All you do is to warm
the teapot.”

I wanted to say that was only the preliminary canter, but could not
translate it, and so was silent.

The servant brought in veal, with sauerkraut and potatoes.

“I eat sauerkraut with great pleasure,” said the Traveller from North
Germany, “but now I have eaten so much of it that I cannot retain it. I am
immediately forced to–”

“A beautiful day,” I cried, turning to Fraulein Stiegelauer. “Did you get
up early?”

“At five o’clock I walked for ten minutes in the wet grass. Again in bed.
At half-past five I fell asleep, and woke at seven, when I made an
‘overbody’ washing! Again in bed. At eight o’clock I had a cold-water
poultice, and at half past eight I drank a cup of mint tea. At nine I
drank some malt coffee, and began my ‘cure.’ Pass me the sauerkraut,
please. You do not eat it?”

“No, thank you. I still find it a little strong.”

“Is it true,” asked the Widow, picking her teeth with a hairpin as she
spoke, “that you are a vegetarian?”

“Why, yes; I have not eaten meat for three years.”

“Im–possible! Have you any family?”

“No.”

“There now, you see, that’s what you’re coming to! Who ever heard of
having children upon vegetables? It is not possible. But you never have
large families in England now; I suppose you are too busy with your
suffragetting. Now I have had nine children, and they are all alive, thank
God. Fine, healthy babies–though after the first one was born I had to–”

“How WONDERFUL!” I cried.

“Wonderful,” said the Widow contemptuously, replacing the hairpin in the
knob which was balanced on the top of her head. “Not at all! A friend of
mine had four at the same time. Her husband was so pleased he gave a
supper-party and had them placed on the table. Of course she was very
proud.”

“Germany,” boomed the Traveller, biting round a potato which he had speared
with his knife, “is the home of the Family.”

Followed an appreciative silence.

The dishes were changed for beef, red currants and spinach. They wiped
their forks upon black bread and started again.

“How long are you remaining here?” asked the Herr Rat.

“I do not know exactly. I must be back in London in September.”

“Of course you will visit Munchen?”

“I am afraid I shall not have time. You see, it is important not to break
into my ‘cure.'”

“But you MUST go to Munchen. You have not seen Germany if you have not
been to Munchen. All the Exhibitions, all the Art and Soul life of Germany
are in Munchen. There is the Wagner Festival in August, and Mozart and a
Japanese collection of pictures–and there is the beer! You do not know
what good beer is until you have been to Munchen. Why, I see fine ladies
every afternoon, but fine ladies, I tell you, drinking glasses so high.”
He measured a good washstand pitcher in height, and I smiled.

“If I drink a great deal of Munchen beer I sweat so,” said Herr Hoffmann.
“When I am here, in the fields or before my baths, I sweat, but I enjoy it;
but in the town it is not at all the same thing.”

Prompted by the thought, he wiped his neck and face with his dinner napkin
and carefully cleaned his ears.

A glass dish of stewed apricots was placed upon the table.

“Ah, fruit!” said Fraulein Stiegelauer, “that is so necessary to health.
The doctor told me this morning that the more fruit I could eat the
better.”

She very obviously followed the advice.

Said the Traveller: “I suppose you are frightened of an invasion, too, eh?
Oh, that’s good. I’ve been reading all about your English play in a
newspaper. Did you see it?”

“Yes.” I sat upright. “I assure you we are not afraid.”

“Well, then, you ought to be,” said the Herr Rat. “You have got no army at
all–a few little boys with their veins full of nicotine poisoning.”

“Don’t be afraid,” Herr Hoffmann said. “We don’t want England. If we did
we would have had her long ago. We really do not want you.”

He waved his spoon airily, looking across at me as though I were a little
child whom he would keep or dismiss as he pleased.

“We certainly do not want Germany,” I said.

“This morning I took a half bath. Then this afternoon I must take a knee
bath and an arm bath,” volunteered the Herr Rat; “then I do my exercises
for an hour, and my work is over. A glass of wine and a couple of rolls
with some sardines–”

They were handed cherry cake with whipped cream.

“What is your husband’s favourite meat?” asked the Widow.

“I really do not know,” I answered.

“You really do not know? How long have you been married?”

“Three years.”

“But you cannot be in earnest! You would not have kept house as his wife
for a week without knowing that fact.”

“I really never asked him; he is not at all particular about his food.”

A pause. They all looked at me, shaking their heads, their mouths full of
cherry stones.

“No wonder there is a repetition in England of that dreadful state of
things in Paris,” said the Widow, folding her dinner napkin. “How can a
woman expect to keep her husband if she does not know his favourite food
after three years?”

“Mahlzeit!”

“Mahlzeit!”

I closed the door after me.

Posted in: Uncategorized